Tampilkan postingan dengan label Penyakit-Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit-Penyakit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

HIV-AIDS


img
Foto: herdaily.com
 

Deskripsi
HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.

HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain

Sedangkan CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol)

Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit, karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia

Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):

Gejala Mayor
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

Gejala Minor
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo

Pengobatan
Hingga saat ini belum diketemukan obat untuk HIV.

(Sumber: Komunitas AIDS Indonesia)

Hipertensi (Tekanan darah tinggi)


img
Foto: repro

Diskripsi
Hipertensi merupakan peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri, yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya.

Sebanyak 90 % kasus penyebab hipertensi tidak diketahui. Namun dapat juga sekunder akibat penyakit jantung/ginjal, diabetes, atau tumor dari kelenjar adrenal, obat-obatan, maupun kehamilan.

Hal-hal yang dapat menimbulkan hipertensi antara lain; merokok/minum alkohol, pola makan banyak garam dan lemak, kurang berolah raga, obesitas, dan stress.

Gejala
Gejala dari penyakit ini antara lain; biasanya tidak ada gejala sampai timbul komplikasi. Sedang komplikasi yang menyertai biasanya; stroke, kegagalan jantung, dan kerusakan ginjal.

Hipertensi dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin tiap tahun setelah usia 30 tahun, tidak merokok/minum alkohol, Kurangi berat badan bila berlebihan, aerobik, dan mengendalikan stres.

Perawatan
Sedangkan perawatan terhadap penderita hipertensi antara lain; pengobatan tanpa obat (diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh, peredaan stress emosional, berhenti merokok/alkohol, dan latihan fisik ringan dan teratur) dan Obat-obatan antihipertensi. (detik health)

Asam Urat


img
Foto: http://www.foot-pain-explained.com
Diskripsi
Asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Purin adalah zat yang terdapat pada tiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, jika kita makan daging ayam yang terdapat purin di dalamnya, maka purin itu masuk ke dalam tubuh kita. Tidak hanya daging, sayuran dan buah-buahan juga mengandung purin.

Jika tubuh dalam keadaan normal, asam urat itu akan dikeluarkan tubu melalui kotoran atau urin. Namun karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat maka yang terjadi adalah kadar asam urat dalam tubuh berlebihan. Asam urat tadi kemudian terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri dan bengkak. Oleh karena itulah maka penderita asam urat biasanya susah jalan.

Gejala
Gejala umum dari asam urat antara lain; kesemutan dan linu, nyeri di malam atau pagi hari, sendi yang terkena asam urat bengkak berwarna kemerahan.

Pengobatan
Beberapa solusi yang bisa mencegah atau mengobati asam urat dapat dilakukan dengan; melakukan pengobatan (bagi yang sudah menderita asam urat), kontrol makanan yang dikonsumsi sehari-hari, perbanyak minum air putih. Air putih ini membantu membuang purin dalam tubuh.

Beberapa makanan yang mengandung banyak purin dan sebaiknya dihindari antara lain; jeroan, hati, ginjal, limpa, babgat, usus, paru dan otak, udang, kerang, cumi, kepiting, kornet, sarden, daging, telur, kuah kental, tempe, oncom, susu kedelai, bayam, kangkung, daun singkong, dan kembang kol. Selain itu minuman beralkohol. Makanan dan minuman tersebut sebaiknya dihindari.( detik Health )

Anemia


img
Foto: www.goldagers.com

Diskripsi 
Setiap manusia memiliki sel darah merah dalam jumlah jutaan bahkan milliaran sel dalam tubuhnya. Di dalamnya, terdapat hemoglobin yang akan membuat darah manusia berwarna merah. Fungsi hemoglobin ini menjadi media transport oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. 

Akibat dari anemia adalah transportasi akan terganggu dan jaringan tubuh si penderita anemia akan mengalami kekuranga oksigen guna mengahasilkan energi. Maka tidak mengeherankan jika gejala anemia ditunjukan dengan merasa cepat lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak.

Penyebab umum dari anemia antara lain; kekurangan zat besi, pendarahan usus, pendarahan, genetik, kekurangan vitamin B12, kekuarangan asam folat, gangangguan sunsum tulang.

Jika kadar hemoglobin seseorang turun, ia mengalami anemia. Untuk mengetahui kekurangan kadar hemoglobin tersebut dapat diditeksi dengan pemeriksaan darah di laboratorium. Pemerikasaan darah itu meliputi pemeriksaan sel darah merah (RBC), hematokrit, hemoglobin, sel darah putih (WBC), komponen sel darah putih, dan trombosit.

Gejala
Gejala yang sering dialami penderita anemia antara lain, kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Pengobatan
Penderita anemia dapat mengonsumsi suplemen besi untuk memulihkan kekurangan sel darah merah tersebut. Selain itu,  vitamin B12 juga diperlukan. Jalan terakhir jika anemia sudah mencapai stadium akut adalah dengan transfusi darah. ( detik Health )

Hepatitis B 100 Kali Lebih Menular Dibanding HIV


img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Virus Hepatitis B  merupakan salah satu penyebab infeksi liver atau hati berat. Di Amerika, 1 dari 20 orang dapat terinfeksi virus ini. Tiap tahunnya ada 2 juta orang terinfeksi, 350 orang dengan status kronis, dan diperkirakan 600 ribu orang di dunia meninggal akibatpenyakit ini,

Virus ini mempunyai media penularan yang serupa dengan HIV, yaitu melalui darah dan cairan tubuh. Hepatitis B tidak ditularkan melalui kontak kulit, keringat, air mata.

Beberapa gejala dari penyakit ini antara lain:


  1. Berkurangnya nafsu makan
  2. Mual muntah
  3. Lemah
  4. Nyeri perut terutama bagian kanan atas di sekitar iga paling bawah
  5. Kulit kuning dan warna mata yang harusnya putih juga mulai menguning, yang dikenal sebagai jaundice.
  6. Nyeri sendi


Diakui oleh World Health Organization (WHO) bahwa virus Hepatitis B berpeluang 50 sampai dengan 100 kali lebih menular (infectious) dibandingkan dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Risiko terkena Hepatitis B meningkat apabila:


  1. Pengguna jarum suntik yang tidak aman
  2. Hubungan seksual yang tidak terproteksi. Gunakanlah kondom dengan bahan latex atau polyurethane apabila alergi latex.
  3. Lahir dari ibu yang menderita Hepatitis B


Apabila Anda merasa telah melakukan tindakan yang berisiko terinfeksi Hepatitis B, segera ke dokter untuk dapat memperoleh suntikan immunoglobulin dalam waktu 24 jam.

Apabila Anda mengetahui telah mengidap Hepatitis B, ada baiknya untuk:


  1. Selalu terproteksi saat berhubungan seksual
  2. Utarakan kepada partner sexual Anda bahwa Anda mengidap Hepatitis B
  3. Utarakan pula kepada tenaga kesehatan apabila Anda dirawat di RS untuk penyakit tertentu, sehingga tenaga kesehatan tersebut dapat melindungi diri dengan memakai sarung tangan saat melakukan tindakan medis
  4. Jangan meminjamkan pisau cukur rambut atau kumis dan sikat gigi
  5. Utarakan kepada dokter kandungan apabila Anda hamil


Penyakit Hepatitis B dapat bersifat akut (kurang dari 6 bulan) atau kronis (lebih dari 6 bulan). Kondisi kronik dapat menyebabkan kondisi sirosis Hepatis atau kondisi yang menyebabkan kerusakan jaringan liver permanen, gagal fungsi liver atau bahkan kanker yang berakibat fatal.

Meskipun terapi spesifik untuk virus ini masih dalam investigasi lanjut, sebenarnya virus ini dapat dicegah hanya dengan melakukan vaksin. Vaksin Hepatitis B yang dikenal sebagai Engerix-B efektif untuk memberikan 95% proteksi pada anak dan dewasa.

Perlu diperhatikan bahwa ada efek samping setelah pemberian vaksin ini yang berupa lemah, sakit kepala, mual dan bengkak di sekitar suntikan, yang tidak berlangsung lama. dr. M. Helmi, Sp.An., MSc. ( detik health)